Apa Library Anxiety dan Berbahayakah Dampak nya ?

0
wikipedia.com

(www.infosumutnews.com).Siapa yang tidak tahu perpustakaan? Tempat dimana terdapat koleksi informasi, yang sebagian besar tersedia dalam bentuk tercetak dan ada juga yang elektronik, dapat dipinjam dalam kurun waktu tertentu. Lalu pernahkan mendengar atau membaca istilah library anxiety atau kecemasan perpustakaan? Istilah ini bukanlah istilah yang baru. Menurut Mellon, kecemasan perpustakaan adalah rasa takut, cemas, atau tidak nyaman ketika menggunakan layanan perpustakaan.

Dimensi kecemasan perpustakaan pun mengalami perkembangan sesuai dengan perkembangan teknologi dan layanan yang tersedia di perpustakaan. Misalnya saja pada awal munculnya, Bostick membagi kecemasan perpustakaan terdiri dari 5 dimensi saja, yakni hubungan dengan staff perpustakaan, afektif, kenyamanan berada di perpustakaan, dan terakhir mekanisme perpustakaan. Berbeda dengan dimensi kecemasan yang disusun oleh Van Kampen menjadi 6 dimensi, yakni kenyamanan dan kepercayaan diri pengguna dalam menggunakan perpustakaan, proses pencarian informasi yang dilalui, kepedulian staff perpustakaan terhadap pengguna, pengetahuan tentang penggunaan perpustakaan, kenyamanan dalam menggunakan teknologi yang tersedia, dan terakhir kenyamanan berada di dalam gedung perpustakaan. Dimensi yang disusun oleh Bostick belum mencantumkan aspek teknologi karena pada saat itu memang belum banyak perpustakaan yang menggunakan teknologi seperti komputer.

Lalu apakah kecemasan perpustakaan ini berbahaya? Pada dasarnya, semua orang memiliki rasa cemas (anxious), contohnya ketika pertama kali berada di kendaraan transportasi umum sendirian, ketika akan melaksanakan ujian sekolah, atau ketika akan berdiri di hadapan banyak orang untuk menyampaikan materi. Memang terlihat sederhana, namun sebenarnya tidak. Orang yang mengalami cemas berlebihan biasanya muncul gejala-gejala yang dapat mengganggu aktifitas, seperti tangan yang berkeringat, sakit perut tiba-tiba, sakit kepala, pandangan mata mulai tidak fokus, muncul rasa mual, hingga muntah. Kembali ke library anxiety, jika setiap memasuki perpustakaan muncul gejala-gejala yang mengganggu ini, maka dapat dikatakan berbahaya. Apalagi jika kegiatan sehari-harinya berkaitan dengan perpustakaan. Kecemasan ini dapat muncul akibat dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal contohnya tidak percaya diri dengan kemampuan dan pengetahuannya tentang perpustakaan, dan rasa takut menggunakan layanan perpustakaan. Sedangkan faktor eksternya contohnya pengalaman buruk yang pernah dialami ketika berkunjung, atau pelayanan staff perpustakaan yang kurang ramah. (Windy)

Baca Juga:

5 dampak buruk jika suka nonton film porno

Sumber:

Van Kampen, Doris J. Library Anxiety, the Information Search Process and Doctoral use of the Library, University of Central Florida, Ann Arbor, 2003. ProQuest Dissertations & Theses Global

 

TINGGALKAN KOMENTAR