Inilah Peran Kas Dalam Manajemen Keuangan Yang Sebenarnya

0
peran kas dalam manajemen keuangan
jurnal.id

InfoSumutNews.com.Dalam dunia bisnis, kebanyakan persoalan yang muncul disebabkan karena kesalahan cara mengelola keuangannya, atau sering diistilahkan dengan manajemen kas, cash management. Pelaku bisnis masih memiliki keyakinan bahwa meningkatkan laba dari aktifitas usahanya adalah hal yang paling utama, padahal laba yang dibukukan dalam laporan keuangan hanyalah alat ‘pencitraan’ untuk membentuk opini pihak ketiga terhadap perusahaan, sementara fakta yang sebenarnya dari perusahaan tersebut bukan lah dideskripsikan oleh laba, tetapi dibuktikan oleh kas, cash. Mungkin kita sering mendengar kalimat bijak dalam bisnis yang menyatakan, “cash is the fact, meanwhile profit is just the opinion“.

Baca Juga: Inilah 3 rahasia sukses agar CV mu Dilirik perusahaan yang kamu lamar

Kas merupakan salah satu dari 10 aksioma dalam manajemen keuangan, artinya, dalam dunia bisnis, 10 pernyataan dasar ini merupakan pernyataan yang dapat diterima dan terbukti kebenarannya, pebisnis harus benar-benar memberikan perhatiannya terhadap kas dalam aktifitas usahanya. Untuk memberikan gambaran yang sederhana bagaimanakah laba dan kas berperan dalam manajemen keuangan berikut saya paparkan sebuah ‘cerita sangat pendek’;

Pak Andi seorang pebisnis sukses di bidang computer’s service & sale, karena pak Andi memiliki skill yang handal dalam bidang servis dan cepat pelayanannya, serta persediaan barang sparepart pun lengkap, maka banyak pelanggan yang menaruh kepercayaan kepada pak Andi untuk menjadi pelanggan setia. Dalam satu tahun pertama usaha pak Andi booming dan dalam catatan akhir tahun beliau membukukan laba yang cukup besar dari dua macam aktifitas bisnisnya, yaitu, Service dan penjualan komputer.

Tetapi memasuki awal tahun berikutnya pak Andi kesulitan untuk mengadakan kembali persediaan barangnya, padahal catatan laba pak Andi besar sekali dalam ukuran saat itu. Akhirnya usaha pak Andi berjalan agak terseok-seok, hanya bisa menjalankan salah satu aktifitas bisnisnya, service saja. Pada saat komputer butuh penggantian sparepart, pak Andi harus menunda pekerjaannya terlebih dahulu, atau meminta uang DP (Down Paymant) kepada pelanggan untuk membeli sparepart yang dibutuhkan. Usahanya lesu kurang bergairah.

Pak Andi mengalami kesulitan keuangan dan tidak percaya apa yang dialaminya karena dalam catatan keuangannya tahun ini memperoleh laba yang tidak sedikit. Setelah ditelitinya kembali, ternyata laba yang dibukukan tersebut semuanya dalam bentuk piutang, tidak ada kas yang dibukukan. Kalaupun ada, sangat sedikit dan sudah habis digunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan lain-lain yang tidak produktif.

Piutang, walaupun dikategorikan sebagai harta lancar, tetapi tingkat likuid-nya tentu kalah dengan kas. Kas merupakan harta lancar yang tingkat likuidnya sangat tinggi, dapat dicairkan kapan saja dalam waktu yang cepat pada saat dibutuhkan, sementara piutang adalah harta lancar yang membutuhkan waktu untuk pencairannya, bahkan piutang bisa saja hilang. keberadaan piutang yang terlalu lama penagihannya menyebabkan kesulitan mengembangkan bisnis yang membutuhkan dana segar untuk menambah modal kerja.

Pencitraan memang perlu, tetapi fakta lah yang menentukan kesuksesan bisnis

Cash – not profit – is king

(Muhammad Yamin, SE,Msi)

Baca Juga Artikel lainya:  Pilkada dan Syndrome Prematur

TINGGALKAN KOMENTAR