Cuaca Medan Tak Menentu Picu Virus Berkembang Lebih Pesat dan Radikal

0
Foto: Ilustrasi

InfoSumutNews.com-MEDAN – Cuaca tak menentu yang melanda Sumatera Utara khususnya Kota Medan berdampak pada kesehatan. Bahkan, kondisi ini dapat memicu virus dan bakteri penyebab penyakit berkembang lebih pesat.

“Jika disaat bersamaan daya tahan tubuh sedang menurun sangat mungkin untuk terkena beberapa penyakit antara lain flu,” ungkap Kepala Puskesmas Pancurbatu, dr Hj Tetty Rossanti Keliat, Kamis (5/7/2018).

Flu merupakan penyakit yang paling sering terjadi saat cuaca tak menentu. Keluhan yang juga dikenal sebagai common cold ini adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, yang tersering adalah Rhinovirus.

Saat kondisi cuaca sedang tak menentu, angin yang berhembus kencang dapat dengan mudah menyebarkan virus ke semua orang yang daya tahan tubuhnya sedang menurun. Terik matahari dan angin yang bertiup kencang membuat debu beterbangan ke sana ke mari. Jika sering berada di luar rumah dan tidak menggunakan masker, sangat mungkin mengalami batuk.

“Batuk merupakan mekanisme pertahan tubuh, ketika saluran pernapasan berusaha untuk mengeluarkan benda asing atau lendir yang terperangkap di saluran napas,” kata Tetty.

Demam berdarah merupakan penyakit yang lumrah terjadi di saat cuaca tak menentu. Ini karena penyebar virus demam berdarah, Nyamuk Aedes Aegypti, lebih mudah berkembang saat pergantian musim seperti sekarang.

Demam berdarah dapat dengan mudah menyerang orang yang daya tahan tubuhnya lemah, apalagi jika orang tersebut tinggal di lingkungan dengan kebersihan yang tidak terjaga.

Selain itu, salah satu penyakit langganan saat cuaca tak menentu adalah diare. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri maupun virus, air yang tidak bersih, dan rendahnya daya tahan tubuh.

Diare merupakan penyakit yang ditandai dengan tinja lembek atau cair, yang dikeluarkan dengan frekuensi lebih sering dari biasanya. Kondisi ini juga dapat disertai dengan gejala nyeri perut, mual, atau bahkan muntah. Pada kasus yang parah, penderita dapat mengalami demam dan feses berdarah.

Lebih lanjut dikatakan dr Tetty, demam tifoid merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri salmonella typhosa. Bakteri tersebut dapat masuk ke dalam tubuh akibat sanitasi yang buruk, terutama di saat cuaca tak menentu.

“Demam tifoid memiliki gejala demam, diare, serta mual dan muntah. Penyakit ini dapat mengancam nyawa penderita jika tidak segera diatasi,” ungkapnya mengakhiri. [Fathur]

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR