Wanita Ini 2 Kali Menolak Lamaran Rasulullah, Siapakah dia?

0
(illustrasi)i1.wp.com

Infosumutnews.com – Rasulullah nabi kita Muhammad SAW merupakan rasul terakhir yang di utus oleh Allah ke bumi, sebagai penyampai risalah Islam dan penutup para rosul. Pemimpin kita, junjungan kita, beliaulah suri tauladan kita semua yang mana semua tindakan dan perilaku beliau merupakan hal yang harus kita contoh dan terapkan dalam kehidupan kita semua sebagai seorang muslim dan muslimah hingga akhir hayat kelak.

baca : inilah makanan yang di benci setan dan jin serta membuat kita tak kan terkena sihir

Beliau adalah wanita Quraisy yang bijak memberi ­pendapat dan berakhlak mulia. Namanya adalah Fakhitah binti Abi Thalib bin Abdul Muthalib bin Hasyim, namun lebih dikenal dengan nama Ummu Hani’ karena anak pertamanya bernama Hani’. Beliau merupakan sepupu Rasulullah, ibu Ummu Hani’ adalah Fatimah binti Asad bin Hasyim bin Abdu Manaf, sedangkan ayahnya adalah Abu Thalib. Dengan demikian Ummu Hani’ adalah kakak perempuan dari dua orang laki-laki istimewa; Ali bin Abi Thalib dan Ja’far bin Abi Thalib. Tentu kita ingat bahwa setelah orang tua dan kakek Nabi wafat, Abu Thalib lah yang mengasuhnya.

Sebelum menjadi rasul, Muhammad SAW pernah melamar Fakhitah. Namun Abu Thalib yang juga paman Rasulullah, menolaknya dan justru menerima pinangan Hubayra bin Abi Wahb. Hubayra adalah pria kaya dan sekaligus penyair berbakat seperti Abu Thalib. Selain kaya raya, ia juga berasal dari kabilah Bani Makhzum yang pada waktu itu kekuatannya semakin meningkat seiring dengan merosotnya kekuasaan Bani Hasyim.

Abu Thalib pun menjelaskan alasan penolakannya pada Muhammad SAW sebab demi menjaga hubungan baik kedua kabilah, sesuai tradisi arab kala itu, “Wahai Muhammad putriku telah ku jodohkan dengan kabilah Makhzum sebagaimana kabilah itu menikahkan putrinya dengan kabilah kita yaitu orang tuamu Abdullah dan Aminah”

baca : 7 amalan di 10 malam terakhir ramadhan untuk menggapai lailatul qadar

Akhirnya Fakhitah menikah dengan Hubayra. Mereka tinggal di Mekah dan dikaruniai empat orang anak. Tak berselang lama Muhammad SAW diangkat menjadi rasul, hal ini menyebabkan Ummu Hani’ berpisah dengan suaminya karena Hubayra enggan masuk Islam dan lari keluar Mekah saat Fathu Mekah.

Tak lama berselang, Nufaysah, paman Khadijah datang menemui Nabi Muhammad SAW dan menceritakan kepada beliau bahwa ada wanita cantik, terhormat, dan kaya yang menyukainya, yaitu Khadijah. Mendengar penjelasan itu, Nabi Muhammad SAW menjelaskan kepada Nufaysah bahwa beliau tidak memiliki harta dan tidak mungkin menikahi Khadijah.

Nufaysah meyakinkan Nabi Muhammad SAW agar bersedia terlebih dulu dan masalah biaya pernikahan bisa diatur belakangan. Saat beliau datang, Khadijah pun berkata, “Putra pamanku, aku mencintaimu karena kebaikanmu padaku, juga karena engkau selalu terlibat dalam segala urusan di masyarakat, tanpa menjadi partisipan. Aku menyukaimu karena engkau dapat diandalkan, juga karena keluruhan budi dan kejujuran perkatanmu.”

baca juga : ternyata semua penyakit bisa di sembuhkan dengan obat ini menurut rasulullah

Usai ditinggal oleh suaminya, Ummu Hani’ mengurus keempat anaknya sendiri. Melihat keadaan ini, Rasulullah merasa iba dan kembali datang kepadanya untuk melamar. Namun lagi – lagi lamaran Rasulullah ditolak, “Wahai Rasulullah tidak ada wanita yang tak ingin menjadi istrimu, begitu pula denganku, aku memiliki banyak anak, jika aku menikah denganmu aku bingung aku harus memilih berat kemana, kalau aku berat kepada suami aku takut menelantarkan anak – anakku yang masih kecil dan jika aku berat kepada anak aku takut dzalim kepada hak suamiku, dari pada aku menjadi orang yang dzalim jadi Rasulullah maaf saya tidak bisa menerima lamaranmu”.

Jodoh memang merupakan suatu misteri yang hanya Allah yang tahu sama seperti maut dan rezeki, dimana setiap insan telah di tentukan kapan, dimana dan oelh siapa. Namun barang siapa yang tetap di dalam jalan Allah secara istiqomah insha Allah dengan rahmat dan karunianya kita akan senantiasa di pilihkan yang terbaik olehNya. (Ak)

TINGGALKAN KOMENTAR