Cacing Berusia 40.000 Tahun Bangkit dari ‘Kubur’

0
Dua cacing berjenis kelamin wanita menjadi organisme tertua di dunia

Infosumutnews.com – Sebuah keajaiban kembali terjadi di kalangan ilmuwan. Dikutip dari Siberian Times, kolaborasi ilmuwan Rusia dan Princeton University berhasil membangkitkan cacing gilig atau nematode yang telah membeku selama lebih dari 40.000 tahun.

BACA JUGA : Bandar Judi Digerebek, Polres Minta Dukungan Masyarakat

Cacing tersebut ditemukan di daerah permafrost dengan suhu di bawah nol derajat celcius. Peneliti mengambil lebih dari 300 sampel tanah lalu mengekstraknya hingga teridentifikasi setidaknya dua cacing dengan usia sangat ekstrim.

Cacing kembali bergerak dan makan setelah dihangatkan

Kedua cacing itu dibawa ke lab lalu ditempatkan pada suhu -20º celcius. Namun selama beberapa minggu suhunya berangsur-angsur dinaikkan hingga 20º celcius. Dengan demikian cacing tidak terkejut dengan perubahan suhu yang kentara.

Tim ilmuwan juga menambahkan bakteri E. coli dan mendapatkan cacing memakannya, menandakan organisme itu hidup kembali setelah tidur panjang di dalam es.

Menjadi organisme tertua di dunia

Dua buah cacing yang sama-sama wanita itu masing-masing berusia 32.000 tahun dan 41.700 tahun yang diukur dengan metode penanggalan karbon.

Tidak seperti bakteri dan amoeba yang hanya memiliki satu sel, cacing nematode merupakan makhluk bersel ganda. Diketahui bahwa makhluk hidup kompleks sangat sulit untuk bisa bangkit kembali usai dibekukan.

Sayangnya manusia tidak bisa dibangkitkan dengan cara ini

Mungkin kamu berpikir bahwa dengan membekukan manusia dan mencairkannya di kemudian hari bisa membuatnya tetap bernyawa. Meski film-film Hollywood banyak mengambil latar tersebut, secara ilmiah hal itu tidak bisa dilakukan.

Tubuh manusia sebagian besar terdiri dari cairan. Membekukannya sama saja mengubah cairan menjadi es kristal dan akan menghancurkan seluruh organ yang ada.

Cara yang paling memungkinkan untuk membangkitkan hewan kuno saat ini adalah dengan teknik cloning dan cross-breeding yang menjadi inspirasi dalam film Jurassic Park.

Kini cacing nematode tersebut akan menjadi subjek bagi peneliti untuk mempelajari mekanisme adaptif pada suhu ekstrim yang ke depannya bisa bermanfaat untuk berbagai bidang. [www.sefsed.com]

TINGGALKAN KOMENTAR