Hati-hati, ini 7 Etika yang Benar Mengkritik Orang

0
Photo by Francois Duhamel on imdb.com

Infosumutnews.com – Sudah sewajarnya setiap orang pasti melakukan kesalahan. Kamu, kita, siapapun. Kita membutuhkan seseorang yang cukup berani untuk mengingatkan kita atas kesalahan kita, agar kita memperbaikinya menjadi lebih baik. Orang tersebut harus cukup berani karena risiko mengoreksi seseorang bisa berdampak amarah atau tersinggung jika caranya tidak benar. Nah, berikut adalah tips mengoreksi atau mengkritik orang lain sesuai etika.

BACA JUGA : 5 Tempat Wisata ini Larang Kedatangan Turis Wanita

1. Jangan lupa kata “maaf” dan “permisi”

Kamu akan menyampaikan sesuatu yang kemungkinan besar akan menyinggung dia ataupun menyakiti hatinya karena berkaitan dengan kesalahan yang dia lakukan. Jadi, jangan lupa untuk mengucapkan kata “maaf” dan “permisi” sebelum mulai berbicara selanjutnya. Ini akan mencairkan suasana.

2. Sampaikan dulu hal baik mengenai dirinya, baru koreksi

Hal yang penting untuk mencairkan suasana agar mengurangi resiko dia sakit hati adalah dengan menyampaikan hal-hal baik tentangnya terlebih dahulu. Penelitian menyebutkan bahwa pujian akan membuat orang lebih kuat untuk menerima kritik. Sementara ketika seseorang langsung menerima kritik, dibutuhkan enam pujian untuk menyembuhkannya dari luka hati karena satu kritik. Jadi, kalau kamu mau menyampaikan enam poin kritik ke orang lain, sampaikan dulu 36 pujian dulu ya baru lah mengkritiknya. Setidaknya puji dulu hal bagus darinya, sebelum mengoreksinya.

3. Sampaikan dengan tegas tapi tetap secara sopan dan lembut

Untuk didengarkan ketika memberukan kritik, kamu perlu menyampaikannya dengan tegas, singkat dan padat. Tapi perlu diingat bahwa intonasi dan pemilihan bahasanya harus sopan dan lembut sehingga dia tidak menutup diri dari masukanmu. Dan satu hal lagi, jangan pernah melontarkan sindiran. Karena selain sindiran dapat mengakibatkan salah sasaran, itu justru membuat segala sesuatu semakin runyam.

4. Hindari membandingkan dengan orang lain

Mengoreksi seseorang dengan membandingkannya dengan orang lain adalah cara yang HARUS dihindari. Orang akan cenderung membentengi diri ketika dia dibandingkan dengan orang lain, sehingga apapun masukanmu dan sebagus apapun caramu menyampaikan, jika kamu membandingkannya dengan orang lain, jangan harap dia akan mendengarkan.

5. Bantu dia dalam proses memperbaiki kesalahannya

Lewat perbuatan membantu dia dalam memperbaiki kesalahannya akan membuktikan kepada dia bahwa kamu bukan “tong kosong nyaring bunyinya”yang hanya bisa berkomentar tapi juga mensolusikan. Ini akan membuatnya semakin tergerak untuk berubah lebih baik dan mengurangi kemungkinan perasaan tersinggung padamu.

6. Sampaikan secara personal, jangan di depan pihak lain

Kecuali jika dia menyampaikan sesuatu yang salah berkaitan dengan ilmu atau materi yang dia sampaikan kepada orang banyak, jangan mengoreksinya di depan umum. Ilmu atau materi yang salah dapat berakibat buruk bila tersebar, itu memang harus segera dikoreksi. Namun, hal-hal teknis yang tidak berhubungan dengan materi seperti cara bicara atau berdirinya yang aneh, slide presentasinya jelek ataupun koneksi perangkatnya yang terlalu lemot itu sebaiknya disampaikan secara personal saja di belakang panggung.

7. Terakhir, jangan lupa ucapkan terima kasih padanya

Sudah. Cukup terima kasih saja, tidak perlu menyampaikan alasan. Ucapan “terima kasih” ini lebih kepada perasaan personal implisit yang menggambarkan bahwa kamu berterimakasih padanya karena telah meluangkan waktunya untuk mendengarkan kritikmu. Itu juga menunjukkan bahwa kamu berterimakasih padanya karena memberi kesempatan padamu untuk belajar dari kesalahannya.

Setiap kesalahan pasti ada pembelajarannya, namun memang tidak semua orang bisa menangkap kesalahannya sendiri dengan mudah. Itulah gunanya saling membantu dalam mengingatkan. Tapi perlu diingat untuk jangan lupakan etikanya ya. [idntimes.com]

TINGGALKAN KOMENTAR