Bahaya Sinar Biru Ponsel dan Terancam Hilangnya Penglihatan

0
Ilustrasi paparan sinar biru dari gawai. | Kittirat Roekburi /Shutterstock

Infosumutnews.com – Jika terbiasa main ponsel sebelum tidur, mungkin sudah saatnya Anda berhenti. Pasalnya studi baru menyatakan cahaya biru dari gawai tak baik bagi mata Anda. Dalam jangka panjang, bukan tak mungkin mengganggu penglihatan.

Studi ini dilakukan di laboratorium oleh para peneliti dari University of Toledo dan diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports. Temuan mereka menyebutkan cahaya biru, seperti yang dipancarkan dari ponsel atau laptop, dapat membunuh sel-sel tertentu di mata Anda, karenanya berbahaya.

BACA JUGA : 6 Trik Wawancara Kerja yang Bikin HRD Terpikat, Pasti Diterima Deh!

Efek buruknya tak berhenti di situ. Penelitian juga menemukan cahaya biru berpotensi menyebabkan kebutaan di kemudian hari.

Ketika senyawa kimia penting di mata yang disebut retinal terpapar cahaya biru, ia menciptakan reactive oxygen species (ROS), radikal bebas yang merusak sel-sel fotoreseptor di mata dari waktu ke waktu. Fotoreseptor adalah sel-sel yang membantu Anda memproses dan memahami cahaya, warna, dan lain-lain.

Sel-sel fotoreseptor pada retina membutuhkan retinal untuk menerjemahkan cahaya menjadi informasi visual. Untuk itu, suplai molekul ini tersedia secara konstan di mata.

Namun, saat retinal terpapar sinar biru, ia akan memproduksi molekul racun yang dapat merusak sel-sel fotoreseptor secara permanen. Kabar buruknya adalah ketika sel-sel itu mati.

“Sel-sel fotoreseptor tidak beregenerasi di mata. Ketika mereka mati, mereka mati untuk selamanya,” jelas Kasun Ratnayake, peneliti yang adalah kandidat Ph.D. dari University of Toledo, dalam siaran pers penelitian.

Para peneliti mengatakan proses yang diinduksi oleh cahaya biru dari matahari dan juga dari layar gawai ini dapat berkontribusi terhadap degenerasi makula.

Ketika cahaya biru mulai melenyapkan fotoreseptor, ini mempercepat proses menuju kondisi yang disebut degenerasi makula. Ini adalah penyebab utama hilangnya penglihatan menurut American Macular Degeneration Foundation.

Sementara kondisi kita secara terus-menerus terpapar sinar biru, kornea serta lensa mata tidak bisa menghalangi atau memantulkannya.

“Bukan rahasia lagi bahwa sinar biru mengganggu penglihatan kita dengan merusak retina mata. Eksperimen kami menjelaskan bagaimana ini terjadi, kami berharap ini dapat mengarah pada perawatan yang memperlambat degenerasi makula, misalnya obat tetes mata jenis baru,” ujar Ajith Karunarathne, Ph.D., asisten profesor Departemen Kimia dan Biokimia di University of Toledo sekaligus salah satu peneliti.

Sepanjang hidup, mata kita terpapar cahaya biru secara ekstensif. Tidak hanya dari perangkat layar tetapi juga dari sinar matahari yang selalu ada.

Mekanisme yang baru ditemukan ini menunjukkan bahwa proses degeneratif yang merupakan efek dari kombinasi retinal dan sinar biru dapat berimplikasi dalam penurunan penglihatan kita. Namun, ini terjadi dalam jangka panjang, dan prosesnya berlangsung lebih lambat.

Degenerasi makula bukan sesuatu yang terjadi dengan cepat, atau tiba-tiba. Prosesnya bertahap, namun berpotensi diperkuat dengan meningkatnya frekuensi penggunaan perangkat berbasis layar.

Pun demikian, Anda tak perlu khawatir. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi efek cahaya biru pada kedua mata Anda.

Jika susah menghilangkan kebiasaan main ponsel sebelum tidur, setidaknya Anda bisa mengurangi cahaya dari layarnya. Bisa juga menyalakan fitur night shift jika tersedia di ponsel.

Fitur ini akan menyesuaikan warna dan kecerahan layar pada spektrum warna yang lebih hangat. Jadi penggunaan cahaya biru berkurang, dan dengan demikian melindungi fotoreseptor.

Di kamar tidur, Anda bisa menggunakan bohlam merah redup. Harvard Health Letter merekomendasikan penggunaannya. Selain menciptakan suasana hangat untuk membantu menenangkan Anda, cahaya berwarna memiliki kekuatan untuk mengubah ritme sirkadian dan menekan melatonin.

Alternatif lain adalah kacamata anti-sinar biru. Tampilannya cukup aneh untuk dikenakan di tempat umum. Namun, setidaknya kacamata ini meminimalkan ketegangan di mata mereka ketika menatap layar sepanjang hari.

“Ketika Anda menggunakan jenis kacamata ini, cahaya tidak menekan melatonin, mencegah pergeseran fase, dan dapat meningkatkan kualitas tidur,” ujar Cathy Goldstein, asisten profesor neurologi di Pusat Gangguan Tidur University of Michigan. [beritagar.id]]

TINGGALKAN KOMENTAR