Tips Mudah Sukses Usaha Kuliner dengan Waralaba

0
Suasana International Franchise, License, and Business Concept Expo and Conference (IFRA) 2018 di Jakarta Convention Center, Jumat (20/7/2018). Dalam pameran ini, turut hadir pelaku usaha waralaba dari berbagai jenis usaha di Indonesia.(KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA)

Infosumutnews.com – Zaman sekarang, sudah bukan zamannya tenang dan berleha-leha saja menjadi pegawai kantoran. Memiliki usaha sampingan menjadi pilihan yang tepat untuk menambah penghasilan demi meraih tujuan keuangan penting seperti biaya pendidikan anak, dana berlibur, dana naik haji, dan lain sebagainya.

Tidak sedikit lho, bisnis sampingan akhirnya justru sukses besar dan menjadi mata pencaharian utama sehingga pemiliknya rela meninggalkan pekerjaan tetap sebagai pegawai kantoran.

BACA JUGA : Ini Alasan di Balik Aksi #2019GantiPresiden yang Diklaim Massa

Nah, bila Anda juga ingin menjajaki peluang menjadi wirausaha, baik sebagai usaha sampingan atau pekerjaan utama, mungkin Anda masih galau hendak memulai dari mana. Di antara banyak ide bisnis, Anda bisa menimbang untuk menjajaki bisnis kuliner. Usaha kuliner menjadi favorit bukan tanpa alasan.

Selain peluang kesuksesan besar dan menjanjikan untung berlipat, usaha kuliner juga tidak menyedot modal terlalu besar. Permintaan pasar juga selalu besar meniliki budaya masyarakat Indonesia yang gemar wisata kuliner dan “kumpul-kumpul” untuk acara makan.

Walau sekilas banyak kelebihan dari sebuah bisnis kuliner, usaha ini juga memiliki tantangan tersendiri. Terlebih bagi para pemula yang tidak terlalu akrab dengan urusan dapur. Bisnis kuliner menuntut kerja keras membangun sistem yang baik sehingga bisa berjalan sukses.

Bila Anda tidak mahir memasak tapi tertarik ingin membuka bisnis makanan, tidak perlu patah arang dulu. Anda tetap bisa merintis bisnis makanan dengan membeli lini kuliner waralaba alias franchise. Melalui waralaba, Anda tidak harus berpeluh keringat membangun sistem dari nol.

Waralaba makanan berarti, kamu sudah membeli sistem sekaligus mereknya. Biasanya, si pemilik waralaba menyediakan juga bahan baku juga resep makanan yang dijual. Yang Anda butuhkan sebagai pembeli waralaba adalah menyiapkan modal uang tunai untuk franchise fee, lokasi berjualan, dan juga karyawan.

Untuk sistem dan alur kerja, terwaralaba tinggal mengikuti sistem yang sudah dibakukan oleh pewaralaba. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum membuka usaha waralaba kuliner.

Simak tips dari HaloMoney.co.id berikut ini:

Pilih brand bisnis waralaba makanan yang tepat

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memilih brand waralaba makanan yang tepat. Bagaimana cara memilihnya? Berhubung Anda tidak terlalu mahir dalam bidang memasak, pilihlah waralaba yang mudah dijalankan dengan tenaga pemasak yang bisa kamu rekrut.

Selain itu, lirik waralaba makanan yang punya banyak peminatnya dan memiliki banyak outlet sehingga sudah dikenal, misalnya saja waralaba makanan camilan kekinian yang banyak digemari anak muda.

Pelajari syarat dan ketentuan yang diberikan

Saat memilih brand waralaba makanan, pastikan untuk mempelajari syarat dan ketentuan yang diberikan dengan teliti. Jangan sampai karena Anda sudah cocok lalu langsung menandatangani kontrak.

Perhatikan terlebih dahulu ukuran booth yang diberikan, kisaran harga jual, banner, bahan baku, kemasan waralaba makanan, royalti atau komisi yang dikenakan, serta standard operating procedures (SOP) yang berlaku.

Tentukan lokasi berjualan yang strategis

Sekarang tentukan lokasi berjualan. Untuk menentukan lokasi berjualan yang strategis ini, Anda harus menemukan yang cocok dengan pilihan waralaba makanan. Misalkan saja Anda mengambil waralaba makanan kekinian, maka Anda harus mengambil lokasi di dekat sekolah atau universitas, jangan di area perkantoran karena segmentasi pasar yang dibidik adalah anak muda seperti pelajar dan mahasiswa.

Buat perhitungan yang matang

Semua bisnis harus dijalankan dengan membuat perhitungan yang matang terlebih dahulu. Apa saja yang harus diperhitungkan ketika memulai bisnis waralaba makanan?
Hitung biaya waralaba yang dipatok oleh franchisor, sewa tempat, listrik, hingga gaji pegawai jika ingin menggunakan pegawai. Nantinya setelah bisnis waralaba makanan sudah berjalan, Anda harus tetap rutin membuat perhitungan setiap bulan.

Siapkan modal

Berhubung perhitungan sudah dilakukan, Anda pasti sudah tahu berapa kira-kira modal yang akan kamu butuhkan untuk membuka bisnis waralaba makanan. Membuka gerai waralaba makanan memang memiliki modal yang tidak sedikit karena kebanyakan waralaba makanan mematok harga franchise puluhan juga bahkan hingga ratusan juta.

Tapi jika dana yang Amda miliki terbatas, ternyata masih banyak, kok, waralaba makanan yang hanya membutuhkan modal di bawah Rp 5 juta.

Nah, sudah siap menjadi pengusaha kuliner? [Kompas.com]

TINGGALKAN KOMENTAR