Google perbarui fitur pemantau aktivitas anak di dunia maya

0
Ilustrasi

Infosumutnews.com – Bagi para orangtua, akses internet untuk anak bagaikan buah simalakama. Penjelajahan dunia maya bisa menambah pengetahuan bermanfaat untuk anak, tetapi konten yang negatif juga tak kalah banyaknya berseliweran.

BACA JUGA : Semprot Presenter TV, Begini Kocaknya Tagar #SiapPakEdy di Twitter

Mengawasi anak saat mengakses internet memang harus dilakukan para orang tua, tetapi pengawasan setiap saat bakal sulit dilakukan.

Oleh karena itu, penting bagi penyedia layanan internet untuk ikut menyaring konten mereka, pun membatasi akses jika konten yang disajikan memang ditujukan bagi orang dewasa.

Google, sebagaimana dikutip di beritagar.id, raksasa mesin peramban di dunia saat ini, tampaknya menyadari hal tersebut. Sejak tahun lalu mereka telah memperkenalkan Family Link, sebuah aplikasi yang bisa digunakan orangtua untuk memonitor kegiatan anak-anak mereka saat berselancar di dunia maya.

Family link awalnya diluncurkan hanya untuk anak di bawah usia 13 tahun, namun banyak orang tua yang mengklaim bahwa aplikasi tersebut juga berguna untuk anak yang memasuki usia remaja di atas 13 tahun.

Kini, Google kembali memperbarui aplikasinya dengan fitur baru agar bisa digunakan di banyak perangkat yang berada di seluruh negara, termasuk Indonesia.

“Langkah update ini untuk para remaja dan lebih banyak keluarga, di lebih banyak perangkat, dan di hampir setiap negara di dunia termasuk Indonesia,” kata Head of Corporate Communications Google Indonesia, Jason Tedjasukmana, dikutip Gatra.com (20/9).

Fitur-fitur baru dalam update tersebut antara lain pemantauan, menetapkan batas, dan mengunci perangkat yang digunakan oleh anak-anak. Tentunya, bagi para remaja, mereka harus setuju jika perangkat mereka bakal dipantau oleh orangtuanya.

Selain itu, Family Link dapat digunakan untuk menyetel waktu aktif layar, mengunci perangkat dari jauh saat waktu beristirahat, melihat lokasi anak ketika membawa perangkat, melihat laporan aktivitas di aplikasi favorit, hingga memblokir aplikasi yang ingin diunduh oleh anak.

Ada beberapa perbedaan ketika mengawasi akun remaja dengan akun anak di bawah 13 tahun. Misalnya, remaja pengguna bebas memilih untuk menonaktifkan pengawasan, tetapi, saat itu dilakukan, orangtua bakal mendapatkan notifikasi.

Pada akhirnya, terserah masing-masing orangtua untuk memperbolehkan anak mereka menggunakan aplikasi tersebut atau tidak. Mereka bisa mendiskusikannya.

Sementara jika pengguna adalah anak berusia di bawah 13 tahun, orangtua akan diminta untuk memberikan persetujuan untuk membuat akun. Setelahnya, Family Link akan secara otomatis diunduh pada perangkat anak.

Untuk mengakses Family Link, Google selanjutnya akan meminta orangtua untuk membuat akun lalu memasukkan tanggal lahir anak. Jika anak berusia di bawah 13 tahun, orangtua akan diminta untuk memberikan persetujuan membuat akun.

Untuk memproses verifikasi akun si anak, Google akan meminta nomor kartu kredit orang tua. Meski dalam keterangannya, Google mengklaim tidak akan mengenakan biaya untuk mengakses Family Link.

Setelah selesai, Family Link akan secara otomatis diunduh ke perangkat anak. Selanjutnya, orang tua bisa memilih aplikasi dan pengaturan yang diinginkan untuk mereka. Setelah pengaturan selesai, orang tua mulai bisa mengawasi anak-anaknya selama bermain dengan gawai mereka.

Untuk orangtua, Family Link bisa digunakan pada perangkat yang berjalan di Android versi 4.4 ke atas, serta iPhone atau iPad yang berjalan dengan iOS 9 ke atas.

Sementara, perangkat anak-anak yang kompatibel, minimal harus berjalan dengan sistem operasi Android 7.0 ke atas, namun tidak menutup kemungkinan bagi perangkat Android versi 5.0 dan 6.0 untuk menggunakan Family Link.

Aplikasi untuk para orang tua yang menggunakan sistem operasi iOS dan Android bisa diunduh di App Store dan Google Play Store. Sedangkan, aplikasi untuk anak dapat diunduh di tautan ini.

Tidak hanya perangkat selular saja. Family Link juga tersedia untuk pengguna Chromebook anak-anak dan remaja yang memungkinkan orang tua untuk mengelola pembatasan situs web dan pengaturan akun anak-anaknya. Demikian dinukil dari blog resmi Google.

Menurut Android Police (21/9), aplikasi tersebut telah menuai banyak komen yang pada umumnya positif. Kemampuan untuk memantau aktivitas remaja dengan layanan Family Link, banyak orang tua yang membutuhkan aplikasi tersebut.

Selama ini, para orang tua tidak bisa memantau remajanya dikarenakan mereka memiliki akun Google penuh. Kini, keterbatasan tersebut tidak ada lagi.

TINGGALKAN KOMENTAR