Tumbang Ubi Sibolga yang Mulai Langka

0
Penganan Tumbang Ubi. | Mak Uniang Sikumbang /Laman Facebook Mak Uniang Sikumbang

Infosumutnews.com – Tumbang merupakan penganan khas dari Kota Sibolga yang terletak di pesisir pantai barat Sumatra Utara. Namun, penganan ini kini kurang dikenal karena tidak mudah menemukannya.

BACA JUGA : Toge Panyabungan, takjil khas Mandailing Yang Menggugah Selera

Berdasarkan keterangan detikTravel (20/11/17), Tumbang merupakan penganan berbahan dasar ubi talas yang disajikan bersama kuah santan. Ubi diolah dengan cara direbus, digiling halus lalu dicampur bumbu,kemudian dibentuk bulatan dan dikukus.

Tumbang ubi talas yang sudah jadi bisa dinikmati langsung begitu saja, atau dicampur kuah dalam mangkok. Kuah ini berupa santan yang ditambah bumbu sehingga terasa gurih.

Bagi Anda pencinta kuliner yang ingin mencicip Tumbang langsung di kota asalnya, harus meluangkan waktu untuk blusukan ke pasar Sibolga Nauli, pasar terbesar di kota Sibolga.

Pasalnya, hanya di sini lah Anda bisa menemukan pedagang penganan ini di bagian dalam pasar. Salah satunya bernama Ibu Atika.

Lapak yang dimilikinya tidak besar. Di situ ada sebuah meja dengan berbagai kudapan seperti lemang, kue manis, bakwan, pulut (ketan hitam) hingga mie hun. Pun, tumbang yang jadi favorit para pelanggan.

Satu buah tumbang dijual Rp1.000. Jika menggunakan kuah santan, per porsinya Rp3.000. Lapak Ibu Atika buka setiap hari kecuali Minggu. Datanglah sekitar pukul 10 hingga 12 siang agar tak keburu kehabisan.

Di Sibolga, tumbang jadi sedemikian langka karena kurangnya penjaja jajanan tradisional. Selain tumbang, beberapa jajanan khas Sibolga yang mulai menghilang dan cenderung langka di antaranya panggang geleng, mie gomak, kue panukut, kue moho, paruk-paruk ayam, kue talam dari Tarutung, hingga lappek bainti, dan masih banyak lagi.

Begitu pula kue bongkol yang dibuat dari tepung beras dicampur daun suji dan air pandan, lalu dicampur kuah santan dengan tambahan sedikit durian dibungkus daun pisang. Di Jawa, kudapan ini mirip-mirip kue Jongkong.

Pada musim-musim tertentu semisal bulan Ramadan, barulah tumbang cukup mudah ditemukan. Sebab tiap bulan Ramadan, layaknya di kota-kota lain, penjaja makanan tumbuh menjamur. Salah satunya di kawasan Baringin. Jadi tak heran jika kue-kue basah tradisional macam tumbang banyak diincar pembeli.

Selain di Sibolga, kue tumbang juga menjadi penganan khas Sumatra Barat yang mulai hilang dan sedang dibudi dayakan kembali. Meski tak dijajakan di sembarang tempat, Anda bisa menemukan penganan ini dengan mudah di pasar Pabukoan, Bukittinggi.

Secara umum, pengolahan ubinya hampir sama. Bedanya, yang digunakan bukan ubi talas, melainkan ubi kayu alias singkong. Selain itu, tumbang ala Minangkabau diberi gula merah yang sudah dipanaskan, dan ditambahkan taburan parutan kelapa saat siap disantap agar tak lekas basi. Baru setelahnya dibungkus daun pisang.

Meski begitu, di sini ada juga yang membuat kreasi tumbang menggunakan gula putih. Rasanya sama-sama manis dan legit, bukan cenderung gurih sebagaimana tumbang Sibolga.

Tak hanya tumbang, Kota Sibolga juga memiliki sejumlah penganan khas dari umbi-umbian. Salah satunya olahan ubi yang biasa disulap menjadi keripik, dan sering dijadikan oleh-oleh paling terkenal dari Sibolga. Keripik ini istimewa karena rasanya gurih dan nikmat, renyah di mulut, dan ada campuran ikan teri yang menambah kelezatan rasa.

Macamnya ada dua, keripik sambal dan keripik ikan asin atau teri. Khususnya ikan asin, Kota Sibolga memang memiliki beberapa kawasan industri pembuat ikan asin karena lokasinya yang berdekatan dengan laut.

Bahkan keripik olahan ubi asal Sibolga ini juga terkenal sampai Medan dan sering dijadikan oleh-oleh khas Medan. Salah satunya di tempat penjualan aneka keripik dan kerupuk Cap Rumah Adat Minang di Jalan Timur Gang Kelapa No 19, Medan. Di sini, rasa pedas tetap jadi favorit meski di rasa keripik telah dimodifikasi menjadi banyak varian lainnya.

Di samping jajanan khas, Kota Sibolga yang berada di kawasan Teluk Tapian Nauli juga identik dengan makanan laut yang segar. Anda bisa mencicip sejumlah kuliner khas yang terkenal seperti panggang pacak, palai bada, gulai pakkek kapalo lauk, juga ikan gulai asam padeh.

Sibolga berjarak sekitar 350 kilometer dari kota Medan atau kurang lebih delapan jam perjalanan dengan berkendara. Bila menggunakan pesawat, jaraknya bisa ditempuh hanya dalam waktu satu jam.

TINGGALKAN KOMENTAR