Wow… Kampus di London Hadirkan Kelas dengan Dosen Hologram

0
Ilustrasi hologram | Peshkova /Shutterstock

Infosumutnews.com – Menghadirkan sosok yang jauh atau yang telah meninggal dunia di atas panggung hiburan dengan teknologi hologram, bukan hal baru. Sebut saja konser yang menghadirkan Michael Jackson, hingga Elvis Presley.

BACA JUGA : Danau Toba Kini Bisa Dilihat dari Google Street View

Namun, memanfaatkan hologram untuk menampilkan tenaga pengajar di sekolah, baru saja dipraktikkan.

Pihak yang baru saja mencoba untuk mengaplikasikan teknologi tersebut ialah Imperial College Business School, dari Imperial College School (ICS), yang berada di London, Inggris Raya.

Dikutip dari beritagar.id, kampus ini bahkan mengklaim sebagai yang pertama di dunia untuk menghadirkan dosen secara langsung di dalam kelas dalam bentuk hologram.

Kampus itu telah melakukan percobaan dengan memamerkan fitur terbarunya dalam acara Women in Tech yang digelar pada Kamis (8/11/2018), sebelum menyebarkannya lebih luas lagi.

Pada percobaan ini, Imperial Business School menampilkan dua tamu dari New York dan Los Angeles, Amerika Serikat. Mereka dihadirkan dalam ukuran asli bersama dua orang lainnya yang berada di atas panggung yang sebenarnya.

Pertemuan itu dilaksanakan untuk mengetes, seberapa sukses prosesnya berlangsung. Para mahasiswa juga diberi kesempatan untuk bertanya kepada para pengajar.

Para dosen yang disiarkan juga telah difasilitasi dengan monitor definisi tinggi di tempat mereka berada. Hal ini memungkinkan mereka untuk dapat menunjuk orang, melihat mahasiswa itu tepat pada matanya, dan benar-benar berinteraksi.

Pada pertemuan itu, mereka membahas soal bagaimana perempuan dan kaitannya dengan teknologi. Acara ini diluncurkan juga untuk memantik kemungkinan datangnya lebih banyak akademisi tamu berkunjung untuk berbicara dengan siswa di universitas.

Untuk mewujudkan acara tersebut, ICS memanfaatkan teknologi yang dikembangkan oleh AHRT Media, perusahaan hologram yang berkantor di Toronto, Kanada. Teknologi ini kemudian diadaptasi oleh Edtech Lab milik ICS.

Meskipun disebut hologram, teknologi ini sesungguhnya hanyalah bentuk sederhananya saja. Bukan juga merupakan efek Pepper’s Ghost yang biasa digunakan pada wahana tertentu di taman rekreasi seperti Disneyland.

Untuk menghemat biaya, ICS hanya memproyeksikan gambar pada layar kaca dengan latar belakang menggunakan perangkat lunak untuk memberikan ilusi kedalaman.

“Alternatifnya adalah dengan menggunakan perangkat lunak video-conferencing tetapi kami percaya hologram ini memiliki sensasi kehadiran yang jauh lebih besar,” kata Dr David Lefevre, direktur Edtech Lab Imperial, seperti dikutip BBC, Kamis (1/11).

Menurut rencana, dengan memanfaatkan hologram sederhana ini, Imperial College Business School akan menghadirkan pembicara tamu dari berbagai belahan dunia.

Nantinya para pengajar yang berada di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Singapura dihadirkan melalui tautan hologram, dari studio di tempatnya masing-masing, ke dalam kelas di ICS dalam waktu yang riil.

“Memperkenalkan teknologi hologram ke ruang kelas akan memecah batasan pengajaran tradisional dengan menciptakan pengalaman interaktif yang menguntungkan baik siswa maupun akademisi,” ujar Dr David Lefevre lagi, seperti dikutip Irish News, Jumat (2/11).

Ia juga berpendapat bahwa teknologi hologram akan memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi bagi para akademisi untuk mengajar di mana pun dan kapan pun. Hal ini juga dapat memastikan konsistensi dan kualitas pengajaran bagi siswa.

Nantinya diharapkan agar melalui teknologi ini akan lebih banyak lagi pimpinan dan orang-orang berpengaruh lainnya sebagai pengajar yang bisa dihadirkan.

Imperial College School awalnya akan membatasi penggunaannya untuk kegiatan Business School. Namun teknologi ini diharapkan diterima oleh khalayak sehingga penggunaannya bisa diperluas lagi.

TINGGALKAN KOMENTAR