5 Alasan Membanggakan Diri itu Perlu

0
Sombong untuk kebaikan via www.unsplash.com

Infosumutnews.com – Membanggakan diri atau sombong memang sikap yang kurang terpuji. Makanya nggak heran kalau banyak orang yang nggak suka jika ada orang yang terlalu sering membanggakan dirinya sendiri. Terlebih jika tahu mereka yang sombong dan membesar-besarkan diri sebenarnya nggak bisa apa-apa. Besar hanya mulutnya saja.

BACA JUGA : 3 langkah Simpel dan Mudah Agar Jiwamu Makin Bahagia dan lebih Kreatif

Namun dalam hidup, ada momen-momen tertentu di mana kamu perlu sombong dengan membanggakan diri. Khususnya untuk kamu yang sering dipandang sebelah mata, dianggap remeh, disepelekan orang lain. Menyombongkan diri bukan untuk balas dendam, tapi untuk menyadarkan mereka kalau kamu tak seperti yang mereka pikir dan ucapkan.

Berikut beberapa alasan lain, kamu boleh membanggakan diri sesekali seperti dilansir hipwee.com.

1. Sering disepelekan kadang membuat orang jadi rendah diri. Untuk mencegahnya, bolehlah sesekali kamu membanggakan diri

Selama ini, kamu seringkali memilih diam saat disepelekan orang. Kamu lebih memilih mengalah karena malas meladeni mereka. Nah kebiasaanmu ini agaknya perlu kamu ubah. Terutama saat ejekan dari temanmu semakin menjadi-jadi.

Daripada kuping dan hatimu kesal melihat kelakuan temanmu yang menyebalkan, nggak ada salahnya untuk bangkit melawan. Beberkan segala prestasimu yang selama ini kamu sembunyikan. Bungkam mulut mereka. Buat hatimu lega.

2. Sombong untuk pembuktian nggak ada salahnya. Supaya orang lain nggak terus memandangmu sebelah mata

Selain menyombongkan prestasi di masa lalu, kamu bisa membungkam mereka-mereka yang nyinyir dengan membuat capaian baru lagi. Tunjukkan keahlian, karya, dan pencapaian barumu.

Buktikan kalau kamu lebih baik dari dia dalam segala hal. Setelah melihatmu sukses, biasanya mereka akan berubah kepadamu. Mereka akan berpikir dua kali untuk meremehkanmu. Mereka sudah tahu siapa kamu sebenarnya.

3. Kesombongan sebenarnya bisa kamu jadikan alat untuk memotivasi orang lain yang mungkin senasib denganmu

Kesombongan nggak selamanya buruk. Kesombongan bisa menjadi kebaikan. Salah satunya jika kamu gunakan kesombonganmu untuk memotivasi orang lain.

Beberkan pencapaianmu kepada mereka yang membutuhkan figur panutan. Mereka yang nggak pede terhadap kemampuannya mesti kamu motivasi dengan membuat mereka iri terhadap pencapaian dan kesuksesanmu. Rangsang mereka agar terpacu untuk pede dan berusaha keras untuk bisa menjadi sepertimu. Untuk bisa meraih kesuksesan di masa depan.

4. Menyombongkan kesuksesan kepada orang lain juga bisa memberikan efek ‘menyadarkan’. Terutama bagi mereka yang sudah berpuas diri dengan pencapaiannya

Sombong juga bisa kamu niatkan untuk berbuat baik. Contohnya adalah untuk mengingatkan orang-orang yang angkuh agar insyaf. Mereka yang suka membanggakan diri biasanya merasa paling punya pencapaian. Orang-orang semacam itu lupa bahwa nggak ada yang lebih tinggi dari Tuhan. Mereka lupa bahwa di atas langit masih ada langit.

Meski kamu bukan tipe orang yang sombong, berpura-pura angkuhlah untuk menyadarkan mereka. Telebih kalau itu temanmu. Sadarkan mereka dengan memamerkan pencapaianmu. Sombongkan apa yang telah kamu raih kepada mereka. Buat mereka sadar bahwa apa yang telah mereka raih sebenarnya belum apa-apa. Buat mereka sadar bahwa sejatinya nggak ada yang pantas untuk disombongkan dalam hidup ini. Semua hanya titipan.

5. Sombong memang perlu namun jangan keterusan. Gunakan kesombonganmu seperlunya saja, kamu mesti tahu batasan

Meski sombong itu kadangkala perlu. Namun kamu mesti tahu batasan. Jangan karena kamu telah meraih banyak pencapaian lantas kamu lupa diri. Itu bahaya. Kamu mesti ingat prinsipnya, bahwa di atas langit masih ada langit. Sesukses apapun kamu tetap masih ada yang lebih tinggi.

Ini penting sebagai ucap syukur atas nikmat Tuhan. Selain itu mawas diri untuk nggak sombong juga penting sebagai pengingatmu agar senantiasa belajar. Ilmu berkembang setiap harinya. Kamu nggak bisa selalu di atas karena kian hari kompetitormu juga kian banyak. Kamu harus terus belajar agar bisa menyesuaikan diri dengan zaman.

Kamu mungkin jenuh jadi orang sabar karena seringkali orang justru malah semakin ‘diinjak-injak’, dianggap remeh dan disepelekan orang. Daripada makan hati terus, baiknya kamu bangkit melawan dengan menunjukkan potensimu. Buat pencapaian yang membanggakan dan tunjukkan kepada mereka siapa dirimu yang sebenarnya. Kadang sombong itu perlu, biar kamu nggak diremehkan melulu.

TINGGALKAN KOMENTAR