Penjara di Belanda Tutup Gara-gara Kekurangan Penjahat

0
Ilustrasi/NET

Infosumutnews.com – Kalau di Indonesia banyak penjara yang terlalu banyak penghuninya, di Belanda lain lagi. Penjara yang ada di Belanda malah kosong melompong. Karena nggak ada penghuninya, Belanda sudah menutup 28 penjaranya sejak tahun 2013 lalu sebagaimana dilaporkan Kompas. Penutupan penjara ini bisa berarti kabar baik dan kabar buruk lho buat negara ini.

BACA JUGA : Ternyata Kata-Kata Yang Terucap Oleh Anda akan Menentukan Nasib Anda

Kalau penjara tutup, otomatis akan ada banyak orang yang harus kehilangan pekerjaannya. Tapi, ini sekaligus menandakan kalau nggak banyak penjahat yang melanggar hukum di Belanda. Bahkan sebelum ditutup, sebenarnya pemerintah Belanda sudah mencari cara untuk mengisi penjaranya lho. Caranya adalah bekerja sama dengan Norwegia. Kini ada 234 tahanan Norwegia yang dipenjara di Belanda.

Ternyata, rendahnya angka kriminal yang masuk penjara di Belanda disebabkan oleh sistem penjara dan cara mereka memperlakukan tahanan. Itu efektif lho. Buktinya, menurut BBC, nggak sampai 10% tahanan aja yang kembali di tangkap dan dijebloskan di penjara dalam kurun waktu dua tahun setelah dilepaskan. Baca lebih lanjut yuk biar tahu gimana sistem penjara di Belanda dan apa yang bikin nggak banyak penjahat..

1. Penjara Belanda memperlakukan tahanan sesuai pribadi masing-masing. Tujuannya sih biar akar masalah yang bikin mereka melakukan tindakan kriminal bisa diatasi

Nggak semua tahanan diperlakukan sama lho di Belanda. Pengelola penjara berusaha mencari dan menyelesaikan akar masalah yang bikin mereka melakukan tindakan kriminal. Kata Jan Roelof van der Spoel, wakil gubernur penjara di Norgerhaven, kalau ada yang agresif maka mereka diberi konseling soal mengatur amarah dan jika masalahnya tentang uang maka mereka mengikuti konseling soal keuangan juga. Emang sih tahanan harus punya keinginan buat berubah juga, tapi sejauh ini hal itu efektif lho diterapkan di Belanda.

2. Sedangkan untuk kasus penggunaan obat-obatan terlarang, Belanda lebih fokus untuk melakukan rehabilitasi sehingga hukumnya terbilang lebih longgar

Menurut Kompas, mengutip dari penelitian yang dilakukan sejak tahun 2008, hukum di Belanda soal penggunaan narkotika memang longgar. Penegak hukum lebih fokus agar pengguna narkotika mendapat rehabilitas daripada masuk penjara. Tujuannya sih agar akar masalahnya diselesaikan dan mereka bisa sembuh dari jeratan narkotika.

3. Belanda juga memasangkan gelang kaki elektronik untuk memantau pelaku kriminal. Mereka masih bisa bekerja namun diawasi dari gelang kaki tersebut

Selain itu, ada juga teknologi gelang kaki elektronik di Belanda yang dipasang pada tersangka kasus kejahatan sebagai hukuman. Mereka jadi tahanan rumah dan masih bisa melakukan aktivitas normal seperti bekerja. Tapi, gelang elektronik itu akan mengawasi semua kegiatan mereka. Menurut Sjef van Gennip, direktur dari Masa Percobaan Belanda, hal itu lebih murah daripada memasukkan mereka ke penjara.

4. Nggak hanya itu, hakim di Belanda lebih memilih untuk memberi hukuman alternatif selain dipenjara seperti bayar denda atau kerja sosial

Menurut BBC, hakim juga lebih memilih memberi hukuman berupa bayar denda atau kerja sosial. Daripada mendekam di penjara dan jadi tanggungan negara, pelaku kriminal dianggap lebih baik berkontribusi bagi masyakat sekitar. Hebatnya, hal itu berhasil lho bikin orang-orang nggak ingin berbuat kejahatan yang melanggar hukum.

Nggak hanya menurunkan angka kriminalitas, langkah pemerintah memperlakukan pelaku kejahatan seperti itu membuat mereka nggak mengulangi hal yang sama lagi.

TINGGALKAN KOMENTAR